Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Mei 2010

Study Wisata Anak ABA'09

Sebuah studi wisata yang betul-betul menyenangkan. Studi wisata ini sudah dirncanakan berminggu-minggu tapi baru bisa terlaksana karena tekendala waktu. Objek kali ini adalah balla lompoa yang berada di gowa.

Acara di mulai dari kampus, gue datang ke kampus dari jam 9 tapi berangkatnya nanti jan 10 lewat. Lumayan juga nunggunya, malahan sempat berfikir kayaknya gak jadi deh studi kali ini. Ketika bus datang barulah gue benar-genar yakin kalau kami baru akan berangkat. Yah walaupun objeknya bukan objek baru tapi gue masih tetap merasa antusias kerena orangnya dan suasananya berbeda. Sepanjang perjalanan gue sibuk memperhatikan keadaan jalan dan melihat tingkah teman-teman sampai-sampai gue gak merhatikan penjelasan dosen didepan. Kami berangkat dari kampus lewat jalan ap.pettarani kemudian belok ke alauddin, nah pas dialauddin ada demo di depan salah satu kampus swsta yang ada di makassar, demonya tentang hari pendidikan nasional. untungnya gak terlalu lama terjebak macetnya.

Di perjalanan dosen gue cerita tentang sejarah makassar, dan gue baru tau ternyata nama makassar ini sering juga digunakan di luar negri, wah selama ini gue kira nama makassar cuma ada di indonesia ternyata bahkan di inggris juga ada. satu hal lagi sulawesi dulunya dirancang untuk menjadi seperti singapore tapi karena penjajah belanda gak jadi deh makassar menjadi singapore. setelahnya aku sudah tidak memperhatikan lagi apa yang dijelaskan habisnya ngantuk banget semalam kan habis begadang walopun sedikit kecewa tadi malam gak sesuai harapan.

Saat aku sadar ternyata bus telah membawa kami ke tempat tujuan, yaitu balla lompoa. Balla lompoa merupakan rumah kebesaran atau besar yang berada didaerah sungguminsa yang berbatasan langsung dengan kota makassar. rumah ini berbentuk rumah khas orang bugis yaitu rumah panggung. walaupun ini bukan yang pertama kalinya gue kesana tapi tetap aja gue selalu takjub dengan rumah itu. rumahnya besar dengan banyak tiang yang berukuran bersar. kata penjaga disana rumah ini biasa digunakan sebagai ruang pertemuan, rapat, atau bahkan sebagai tempat untuk mengadakan acara perkawinan. kayaknya seru juga nih kalu menikah di rumah tersebut.


selain itu ada satu bangunan yang khusus menyimpan benda-benda sejarah, seperti keramik, baju adat, bahkan mahkota raja pun ada, gue lupa itu mahkota siapa yang jelas mahkota itu terbuat dari emas asli.

selesai di balla lompoa kami semua kembali ke bus untuk menuju tempat selanjutnya, yaitu syekh yusuf discovery. kemudian menuju makam sultan hasanuddin, yang tak jauh dari daerah tersebut. sekilas tentang sultan hasanuddin, beliau adalah raja gowa ke-16 yang bernama i mallombassi muhammad bakir daeng mattawang karaeng bonto mangape, setela masuk islam beliau diberi gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana yang kemudian di juluki ayam jago dari timur.

makam nya cukup terwat, tapi sayangnya di sana banyak banget anak-anak yang datang mengemis, mungkin mau mengemis sama turis, tapi kami kan bukan turis kami ini cuma pelancong lokal, hehe...kata pembimbing ku sebelum turun dari bus hati-hati katanya banyak pencopet. wah, gila juga pukir ku masa anak sekecil ini udah pentar mencuri. padahal kan diusia mereka ini paling enaknya sekolah bertemu dengan teman-teman, memperbanyak teman bermain bukan malah datang mengemis dan mencuri. Akan jadi apa negri ini kalau penerusnya seja seperti mereka, bisa-bisa semuanya serba tak halal di masa depan.

lokasi selanjutnya adalah mesjid tua katangka, ini merupakan mesjid tua disulsel. Kami semua singgah untuk sholat disana. suasana disana saat sholat rasanya ada yang lain walaupun mesjidnya tidak mewah tapi ada rasa tersendiri, rasa nyaman dan sejuk. kalau kata orang sih kayak sholat di mesjid demak, tapi gue sendiri gak tau masjid demak gimana jdi gak bisa mambandingkan rasnya.

setelah sholat, karena lapar akhirnya kami mencari tempat makan. dan kami memutuskan untuk makan di pantai losari. yah uudah pada taukan pantai losari itu bagaimana. kan kalau ke makassar tapi gak ke sini pasti gak lengkap. akhirnya kami mekan dengan menikmati tiupan angin lau. tapi saat selesai makan dan ingin kembali ke bus ternyata hujan, yah jadi basah-basah deh padahal masih ada satu lokasi lagi yaitu benteng rotterdam. benteng ini merupakan peninggalan belanda dizaman penjajahan. Tapi sekarang merupakan salah satu tempat wisata yang terkenal di makssar karena sudah dijadikan museum juga oleh pemerinta. yang ke makassar coba saja kesana, lokasinya bagus tepet di pinggir pantai dengan pemandangan yang indah didalam bagus buat yang hobi foto-foto. selain itu kita juga bisa melihat banyak benda sejarah. Dari bernagai macam dari berbagai zaman,

kahirnya setelah mengelilingi benteng dan haripun sudah sore, wisata ni di tutup dengan berfoto bersama 2 orang turis yang gue sendiri gak jelas mereka dari mana. yah hari yang cukup melelahkan tapi banyak ilmu yang di dapat. dan wisata kali ini aku baru tahu kalau ternyata baju bodo yang sering dipakai itu punyak makna tersendiri berdasarkan warnanya. jadi gak boleh dipakai sembarangan.

yah semoga besok bisa lebih berekspresi lagi dan lebih semangat lagi. sukses buat semua teman-teman ku yang bau ku kenal maupun yang dah lama kukenal. aku sayang kalian, tanpa kalian hidup ini gak akan indah......

Kamis, 29 April 2010

My friend and me


Finally, rekreasi juga setelah berbulan-bulan berencana baru bisa terlaksana. Kali ini banyak keanehan yang terjadi, mulai dari berangkat sampai pulang. Objek kali ini adalah pemandian alam bantimurung. Karena teman-teman sekelas susah banget diajakin untuk berwisata, biasanya hanya berencana tapi tak ada yang terlaksana. Makanya sehari sebelum keberangkatan gue baru ngusulin ke mereka abisnya kalau direncanakan beberapa minggu sebelumnya gak akan berhasil, niatnya sih supaya banyak yang ikut, kan kalau dibeitahu sehari sebelum hari H gak ada waktu untuk berfikir dan bilang tidak. Lumayan banyak yang bilang mau, senang juga rasanya mikirin besok akan bersenang-senang sama semuanya.

Keesokan harinya gue udah semangat juang 45 bangun tidur langsung beresin semua pekerjaan rumah, siap-siap untuk berangkat. Eh ternyata setelah sampai di tempat ngumpul baru 2 orang yang datang padahal janjinya jam 8 dan waktu gue tiba sudah jam 8.30. Setelah nunggu sejam lebih yang terkumpul ternyata Cuma 11 orang, yah lumayan lah dari pada gak berangkat sama sekali gue kan udah ngorbanin kuliah gue demi refreshing sehari ini.
Nah kami pun semua siap-siap untuk berangkat, pertama-tama tentunya cari mobil dulu buat kesana. Tentunya mobil yang dicari sesuai dengan biaya yang ada yaitu angkot. Nyari angkot untuk ditumpangi kesana ternyata susah gak ada kecocokan harga, beberapa angkot udah nawarin tapi gak ada harga yang cocok mana sopirnya seram-seram lagi. Bahkan ada angkot yang maksa kami naik padahal kami gak mau. Setelah sejam barulah kami dapat angkot yang pas kayaknya sih supirnya lumayan, gak menyeramkan kayak supir-supir sebelumnya.
Perjalanan pun dimulai jarak dari kotaku ke bantimurung sekitar satu jam tigah puluh menit. Di mobil kami pun saling bercanda dan
untuk menghilang kan rasa capek karena tadi berurusan sama supir angkot yang galak-galak. Dalam perjalanan mobil kami sempat di tahan oleh petugas katanya sih karena lewat batas operasinya. Supirnya pun diperiksa kelengkapan surat-suratnya. Tapi bukan berarti surut lengkap bisa lewat dengan mudah ternyatu untuk lewat masih dibutuhkan administrasi lain biasa lah untuk kelancara. Dalam hati gue berfikir, gila bener neh negeri orang besar semakin besar dan orang kecil semakin di kecilkan gimana mau sejahtera. Jadi ingat filmnya om dedi mizwar alangkah lucunya negri ni, kalau dipikir pikir emang lucu koruptor sama pencopet apa bedanya. Yah bedanya Cuma tempat mengambilnya, toh yang diambil sama-sama bukan milik meraka. Ya, sudalah biarkan pencuri-pencuri itu sadar dengan sendirinya (tapi kapan ya :D).
Kembali keperjalananya, akhirnya sampai juga di tempat tujuan, Pemandian alam bantimurung merupakan salah satu tempat wisata yang ramai pengunjungnya apalagi hari minggu kayak sekarang. Baru di pintu masuk aja udah bergerombol orang apalagi didalamnya. Pokoknya semua model ada deh mulai dari orang tua sampai anak-anak jangan kan anak-anak balita pun ada. Setelah ngantri ambil tiket masuk, cari tempat buat barang-barang, ritual pun dimulai. Biasa foto-foto abis itu mandi kan gak lucu ke pemandian tapi gak mandi. Karena kebetulan semua teman ku pengen mandi jadi kami bergantian jaga barang. Setelah puas berendam di bawah air terjun gue dan teman-teman naik untuk beristirahat.
Sementara asik-asiknya duduk, eh tiba-tiba ada yang menyapa dua orang cowok gak dikenal minta tolong buat di jagain tasnya. Karena orang asing jadi kami gak langsung terima. Dalam pikiran ku mulai timbul pikiran-pikiran aneh, bagaimana kalau ini orang sengaja nitip tasnya terus nanti kami di tuduh mengambil barang mereka terus disuruh ganti deh atau kalau tidak barang kami yang diambil (dasar otak sinetron…). Lama kemi berunding akhirnya karena kasihan melihat mereka teman ku pun setuju. Dan satu lagi mereka menawarkan untuk pulang bareng. Awalnya kami menolak untuk pulang bersama soalnya takut di culik atau diapa-apain tapi karena tawarannya menguntungkan jadi kami menerima tawarannya. Kami pun segera menelpon supir angkot tadi untuk membatalkan janji agar dia tidak menjemput kami lagi. Singkat cerita setelah puas mandi dan main kami siap-siap untuk pulang dan tentunya bersama kenalan baru tadi. Oh iya waktu di kamar ganti saat ganti pakaian terjadi hal memalukan, betul-betul bikin malu, kan kamar gantinya gantungannya kurang jadinya gue menaruh tas di sela-sela batu (kamar mandinya di buat dari gua yang di bentuk jadi ruang ganti), baju gue kemudian gue keluarkan dan gue simpan di sela batu yang lain tapi ternyata itu bukan sela batu tapi goa, semacam lorong lah. Jadilah pakaian gue terjun kelorong itu otomatis gue panic dan secara otomatis pula tirainya gue buka padahal gue sama teman gue Cuma pakai sarung untung masih pake baju. Penjaganya pun memberikan tongkat untuk mengambilnya. Hasilnya gue lama banget dalam kamar ganti sampai-sampai cewek yang ngantri di belakang gue marah-marah. Gue doain aja moga-moga tuh cewe gak cepat tua deh karena sering marah, kan mestinya sesame cewek dia ngerti gimana kalau cewek ganti baju.
Ketika jalan keluar supir angkotnya nelpon dan marah-marah kenapa membatalkan perjanjian padahal dia sudah rugi banyak. Tapi mau diapakan lagi toh sekarang dia juga sudah tidak bisa menjemput kami karena sudah kembali ke kota. Karena gak tau mau bilang apa lagi temanku segera mematikan telponnya. Kasihan juga pak sopir itu sudah mau mengantar kami yah walaupun dengan harga yang mahal tapi kan setidaknya kami telah membayar setengah dari perjanjian yang dibuat jadi boleh dibilang impas. Dalam saya merasa cukup bersalah juga kenapa menerima tawaran orang asing dan membatalkan perjanjian. Dalam perjalanan pulang kami beru ngobrol dengan dua orang asing yang sama sekali tak ku ketahui nama dan pekerjaannya. Sempat berfikir begaimana kalau mereka penjahat atau buronan. Tapi pada akhirnya sampai juga kok dirumah dengan selamat walaupun hujan-hujan dan seluruh badan pegal-pegal tapi ya lumayan lah buat refresing sehari kan besoknya bakalan kembali kerutinitas biasa kuliah dengan rute rumah kampus.